Showing posts with label Life. Show all posts
Showing posts with label Life. Show all posts

Thursday, 5 December 2013

Kepergok curi uang masjid , pria 20 tahun tewas diamuk massa di Kuala Lumpur

Seorang remaja pria tewas akibat dipukuli empat pria yang berhasil mencekupnya ketika sedang mencuri uang tabung di sebuah masjid di Pandan Indah awal pagi semalam .

Dalam kejadian jam 4 pagi (4/12) itu , korban berusia 20 tahun dikatakan mencoba melawan untuk melepaskan diri , namun berhasil ditangkap .


Hasil interogasi dilakukan penduduk , korban mengaku mencoba mencuri uang menggunakan kawat sebelum dipukul sampai setengah mati .

Kepala Kepolisian Daerah Ampang Jaya Asisten Komisioner Amiruddin Jamaluddin mengatakan , segera menerima informasi sehubungan kejadian 10 menit kemudian , sepasukan anggota unit patroli polisi ( MPV ) dilarikan ke lokasi dan menahan korban selain juga menyita kawat yang terpercaya digunakan untuk mencuri .

" Sebaik tiba , polisi menemukan korban sudah tidak berdaya terpercaya dipukuli .

Pemeriksaan lebih lanjut oleh tim forensik yang tiba menemukan sebatang kayu terpercaya senjata digunakan untuk memukul korban .

" Korban kemudian dikirim ke Rumah Sakit Ampang untuk perawatan dan disahkan meninggal dunia pada jam 11 pagi hari sama akibat cedera parah di kepala , badan dan tangan serta kaki terpercaya dipukul menggunakan benda tumpul , " katanya .

Amiruddin mengatakan , polisi juga menahan empat warga tersebut terdiri dari dua pria lokal masing - masing berusia 27 dan 39 tahun , sementara dua pria warga asing berusia 19 dan 20 tahun untuk membantu penyelidikan berdasarkan Pasal 302 KUHP karena membunuh . Bicara Perjuangan

Thursday, 28 November 2013

Perempuan Melayu jadi hamba lelaki mengaku diri Nabi Isa di London


  • 'Saya mahu melihat beliau sebelum salah seorang daripada kami meninggal dunia': - kakak tawanan hamba selama 30 tahun selepas menyertai London Mao. Dia terbang dari Malaysia dalam usaha untuk bersatu semula.
  • Kamar Mautum dari Malaysia mendarat di London untuk melihat adiknya Aishah Wahab, 69
  • 'Ini merupakan satu zaman gelap untuk beliau dan untuk kita semua. Saya akan melakukan apa sahaja untuk membawanya ke rumah, ' katanya.
  • Kakak, Hasnah Wahab, 88, berkata doanya dimakbul Allah.
  • Aravindan Balakrishnan, 73, dan isterinya Chanda, 67, merupakan bekas aktivis berfahaman Mao.
  • Dua hamba lain dipercayai Josephine Herivel, 57, dan Rosie Davies, 30.
  • Jiran melihat melihat salah satu tawanan memegang nota bertulisan BIRO di tingkap.

Kakak kepada seorang pelajar Malaysia tahun 70an yang didakwa diperhambakan oleh kumpulan sayap kiri bermazhab pelampau selama beberapa dekad, hari ini telah diterbangkan ke Britain untuk menemuinya 'sebelum salah seorang daripada kami meninggal dunia' ujarnya .

Pesara guru Kamar Mautum kata, seorang daripada tiga orang tawanan dibebaskan bulan lalu adalah adik beliau Aishah Wahab, yang hilang selepas menyertai puak Mao yang berpangkalan di Brixton , selatan London.

Beliau telah mendarat di Heathrow dengan dokumen-dokumen tersebut untuk membuktikan tawanan adalah kakaknya dan kini berharap untuk melihat buat kali pertama dalam sekurang-kurangnya 30 tahun.
Seperti dia menaiki penerbangan dari Kuala Lumpur ke London malam tadi untuk bersatu semula dengan kakaknya , kini berusia 69 tahun, Puan Mautum berkata: 'Saya berasa tersedu tanpa beliau untuk bertahun-tahun'.

' Dia begitu berbakat ; dia adalah permata hati ibu saya. Ibu sangat berharap untuk melihat dia ketika ibu meninggal dunia. '

Mangsa dipercayai telah mengalami strok semasa beliau sedang didakwa tertawan oleh pemimpin-pemimpin mazhab Aravindan Balakrishnan dan pasangannya Chanda, yang ditahan di Brixton , South London minggu lepas.

 - MAIL ONLINE

Pengemis Di Jakarta tertangkap bersama RM6,700

Jakarta - Sejak ditangkap oleh Jabatan Sosial Jakarta Selatan 25 November lalu , Walang bin Kilon ( 54 ) kini menjadi sorotan masyarakat . Dia dikenali sebagai pengemis kaya . Apa perasaannya kini ?

Maklumat penangkapan Walang diumum oleh Pihak Pengawasan dan Kawalan , Jabatan Sosial Jakarta Selatan , Miftahul Huda . Ketika itu Walang dan Sa'aran ditangkap petugas di Jalan Gatot Subroto , Pancoran . Petugas dikejutkan ketika menyemak isi gerai tolak , terdapat wang Rp 25 juta (RM6,726).

Selepas diambil keterangan, Walang bersama rakannya terus dihantar ke Panti Sosial Bina Insan ( PSBI ) Cipayung . Di tempat tersebut ia bersama rakannya bakal dibimbing .

Foto : DETIK

Seharian ini , Walang berulang kali diwawancara beberapa media , termasuk televisyen terkenal. Mulanya Walang kekok, namun lama - kelamaan ia pun mula lancar bercakap .

" Ya sekarang udah terlanjur , mau gimana lagi . Di kampung saya udah dipanggil Haji , sekarang satu Indonesia udah kenal saya , Haji Walang bin Kilon , ha .. ha .. ha .. , " ujarnya sambil ketawa , Kamis ( 28 / 11 / 2013 ) .

Meskipun menjadi sorotan kerana masalah sosial , Walang mengaku tidak berasa malu . Sebaliknya , dia bangga .

" Nggak malulah , lepas ini saya cuti dulu lepas tu balik kampung tanam soya dan buat sawah , " ungkapnya.- DETIKNEWS

Friday, 15 November 2013

Lego Mural Draws Ire of Malaysian Authorities

Nov. 13, 2013
By JOANNA PRISCO via GOOD MORNING AMERICA

A street mural has become the subject of controversy in a Malaysian border city, with local officials complaining that it paints the area in a negative light. But some contend the image reveals an ugly truth.

Lithuanian artist Ernest Zacharevic used a public street corner in Johar Bahru as his canvas to depict two Lego characters pre-robbery. In the mural, a Lego woman carrying a Chanel bag is walking down the street, while around the corner a Lego robber waits with knife in hand.

Legoland Malaysia, which opened in nearby Nusujaya in 2012, did not immediately respond to ABC News' requests for comment.


Lithuanian artist Ernest Zacharevic's controversial mural depicts a Lego woman with a Chanel bag , a Lego robber with a knife on a wall in Johor Bahru, Malaysia.
STR/AFP/Getty Image



But Aziz Ithnin, an official with the Johor Bahru City Council, told the Agence France-Presse that the mural was illegal graffiti and was ordered to be white-washed.

"It's vandalism," he told the AFP. "The robber gives an image that is not good for our country, investment and tourism. If the painting stays, everybody will be scared."

Perhaps some tourists already were. Johor Bahru has long battled a reputation as a crime-ridden city. In 1997, Singapore Prime Minister Lee Kuan Yew described the state of Johor as "notorious for shootings, muggings and car-jackings," causing a backlash from Malaysians. Since then, the country has made efforts to change that impression with increased law enforcement.

Before the mural could be painted over, other artists contributed to the piece, adding a Lego police officer running behind the thug with handcuffs.

"Now that's a true vandalism! Malaysia never fails to amuse me," wrote Zacharevic on his Facebook page. But some commenters on his post said that the addition of the officer was an attempt to save the work by "making it politically correct."

In a later post, the artist told his fans not to be put off by the white-washing of the mural.

"Don't get upset by the painting being removed," he wrote. "Johor Bahru has proved to be a strong and opinionated state. Please continue to make Malaysia as awesome as it is. I will see you again."

Thursday, 14 November 2013

Kes kemalangan anaknya, Ahmad Dhani mengaku tidak berdoa kepada Tuhan

Jakarta - Ahmad Dhani sudah menghabiskan perbelanjaan sebanyak RM 550,000 berkaitan kes kemalangan anaknya Dul yang mengorbankan 7 orang. Dia merasakan peruntukannya sudah cukup besar dan menganggap sudahpun mengambil tanggungjawab sewajarnya ke atas keluarga mangsa-mangsa.

"Kes ini telah menelan belanja RM550,000. Jadi saya bertanggungjawab penuh bukan bermakna mahu mengelak pertuduhan atau apa pun." katanya.

Seperti biasa, Dhani menekankan bahawa dirinya pasrah dengan kejadian tersebut. Menurutnya lagi, sebagai bapa dia hanya mampu memberi dorongan kepada Dul.

"Saya pasrah kerana saya yakin apa juga yang terjadi, yang menanggung adalah saya dan Dul, bukan orang lain. Jadi, jika ke penjara juga tak mengapa," tuturnya.

Begitu juga dengan doa, Dhani mengaku dia tidak berdoa kepada Tuhan. Dia hanya menyerahkan kepadaNya.

"Saya tak mohon doa., saya tak meminta apa-apa dari Tuhan. Terpulanglah kepada Tuhan bagaimana." katanya lagi.

Foto : Detik.com

Habiskan Rp 2 Miliar, Dhani Anggap Sudah Bertanggung Jawab Pada Korban Dul

Mahardian Prawira Bhisma - detikhot
Kamis, 14/11/2013 13:51 WIB


Jakarta - Ahmad Dhani sudah menghabiskan biaya sebesar Rp 2 miliar terkait kecelakaan sang anak, Dul yang menewaskan 7 orang. Merasa pengeluaran sudah terlalu besar, Dhani pun menganggap sudah bertanggung jawab sepenuhnya kepada korban.


"Kasus ini sudah menelan Rp 2 miliar. Jadi, saya bertanggung jawab penuh, bukan dimaksudkan untuk menghilangkan pidana atau menghilangkan apapun," ujarnya.



Lagi-lagi, Dhani menekankan dirinya pasrah atas perkara tersebut. Menurutnya, sebagai orangtua ia hanya bisa memberi dorongan kepada Dul.



"Saya pasrah karena saya yakin apapun yang terjadi, yang naik pangkat itu saya sama Dul, bukan yang lain. Jadi, mau masuk penjara juga nggak apa-apa," tuturnya.



Begitu juga dengan doa. Dhani mengaku dirinya tak meminta doa kepada Tuhan. Ia hanya bisa berserah.



"Saya nggak minta doa, saya nggak minta doa sama Tuhan. Ya terserah Tuhan saja," katanya.

Indeks kriminalitas kota Kuching, Sarawak turun



KUCHING : Indeks kejahatan di kota Kuching, Sarawak, Malaysia melihat penurunan sebesar 19 persen dari Januari hingga Oktober tahun ini dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu .

Dalam mengungkapkan hal ini , Kepala Polisi Kuching ACP Roslan Bek Ahmad mengatakan hanya ada 2.983 kasus sejauh ini tercatat tahun ini dibandingkan dengan 3.663 kasus tahun lalu .

Ada perbedaan dari 680 kasus , katanya , menambahkan bahwa ia optimis bahwa indeks kriminalitas akan terus menurun karena kerja keras dan upaya dimasukkan ke dalam oleh polisi untuk mengekang kejahatan .

" Namun, ini bukan alasan bagi kita untuk berhenti tetapi harus mengilhami kita untuk bekerja lebih keras untuk mencegah kejahatan , " katanya saat ditemui setelah pertemuan bulanan polisi di Kuching Kantor Polisi Distrik di Jalan Simpang Tiga di sini kemarin pagi.

Dia juga mengatakan, operasi pencegahan kejahatan , termasuk ' Ops Bersepadu ' , harus dilakukan dari waktu ke waktu .

" Masih ada ruang untuk perbaikan tapi kami akan bekerja lebih keras untuk mencapai target untuk menempatkan keselamatan rakyat di prioritas utama . "

Pada saat yang sama , ia mengingatkan polisi untuk meningkatkan kinerja mereka dan terus berkomitmen dalam melayani masyarakat . - The Borneo Post


Dip in Kuching crime index — Police chief

by Anasathia Jenis, reporters@theborneopost.com. Posted on November 14, 2013, Thursday




KUCHING: The crime index in the city saw a decrease by 19 per cent from January to October this year compared to the same period last year.

In revealing this, Kuching police chief ACP Roslan Bek Ahmad said there were only 2,983 cases so far recorded this year compared to 3,663 cases last year.

There was a difference of 680 cases, he said, adding that he was optimistic that the crime index would continue to decrease due to the hard work and effort put in by the police to curb crime.

“However, this is not an excuse for us to stop but should inspire us to work harder to prevent crime,” he said when met after the police monthly gathering at Kuching District Police Station in Jalan Simpang Tiga here yesterday morning.

He also said crime prevention operations, including ‘Ops Bersepadu’, should be carried out from time to time.

“There is still room for improvement but we will work harder to reach the target to put the people’s safety at top priority.”
At the same time, he reminded police personnel to improve their performance and continue to be committed in serving the people.



Read more: The Borneo Post

Sistem kumbahan Jakarta antara terburuk di Indonesia

Persatuan Tandas Indonesia menilai sistem kumbahan di Jakarta jauh dari sempurna dan merupakan sebuah bandaraya dengan sistem kumbahan yang terburuk di rantau ini walaupun sebagai sebuah ibu negara, Jakarta sepatutnya mempunyai sebuah sistem kumbahan yang baik dan tersendiri.

Sebagai perbandingan,  Presiden Persatuan Tandas Indonesia, Naning Adiwoso menjelaskan bahawa Jakarta telah ketinggalan berbanding Manila, Bangkok dan Kuala Lumpur.

Kawasan perumahan di bandaraya-bandaraya tersebut mempunyai sistem kumbahan menyeluruh dan air kumbahan dikelola dengan baik. Indonesia secara perbandingannya lebih baik dari Timor Leste dan Laos tetapi kalah dengan Cambodia.

"Memalukan. kita kalah dengan Cambodia dan Myanmar. Tempat ketiga terbawah di ASEAN. Sepatutnya ada penanda aras dari pemerintah pusat ke pemerintah wilayah" ujar Naning kepada Detik.com Sabtu lalu.

Jakarta juga kalah dengan beberapa bandaraya lain di dalam Indonesia sendiri seperti Denpasar di Bali , Solo di Jawa Tengah dan Banjarmasin di Kalimantan.



Foto : Detik

Rabu, 13/11/2013 15:46 WIB

Buruknya Sistem Sanitasi Jakarta

Jakarta Kota Terburuk di Tanah Air


Hardani Triyoga - detikNews

Jakarta - Asosiasi Toilet Indonesia menilai sistem sanitasi di Jakarta masih jauh dari ideal dan merupakan salah satu kota terburuk di Tanah Air dalam pengelolaan air limbah. Padahal, mengacu status ibu kota negara seharusnya Jakarta punya sistem pembuangan limbah yang mandiri.

Presiden Asosiasi Toilet Indonesia Naning Adiwoso juga membandingkan dengan kota-kota besar di wilayah Asia Tenggara, bahwa Jakarta jauh tertinggal dari Manila, Bangkok, hingga Kualalumpur. 


Menurutnya, permukiman rumah di kota-kota tersebut memiliki sistem sanitasi menyeluruh dengan instalasi pengelolaan air limbah yang baik. Dalam ukuran negara, Indonesia unggul dari Laos dan Timor Leste namun kalah dari Kamboja dalam pengelolaan sanitasi. 


“Sangat memprihatinkan. Sama Kamboja, Myanmar kita juga kalah. Posisi tiga terbawah di ASEAN ini. Harusnya ada parameter dari pusat ke daerah,” kata Naning kepada detikcom, Sabtu lalu.

Dia menegaskan perlu waktu lama untuk membenahi sistem sanitasi di Jakarta. Bahkan, masih sulit kalau persoalan permukiman padat akibat urbanisasi tidak berkurang. Selama ini, sistem sanitasi sudah terlanjur "rusak" dan salah. Tapi, tetap dibiarkan dan semakin melebar salah satunya karena warga tidak tahu menerapkan sistem sanitasi yang baik.

Misalnya, penempatan dan standar pembangunan septic tank yang belum memenuhi syarat aturan. “Harus ada parameter bikin septic tank yang benar bagaimana. Desain benar, parameter benar diikutin warga. Ini sudah salah. Penempatan setic tank ngaco,” ujarnya.

Naning menambahkan harus ada komitmen dari pemerintah bila ingin membenahi sistem sanitasi Jakarta yang sudah terlanjur parah. Sekadar contoh, ia menjelaskan seperti penempatan toilet umum yang bersih dan nyaman.

Selama ini, Jakarta hanya mengandalkan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang punya fasilitas toilet. "Tanpa SPBU, bisa dibayangkan sulitnya warga mencari toilet bersih," tegasnya. 


Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) juga mencatat buruknya sistem pelayanan pengelolaan limbah di Jakarta. Direktur Perumahan dan Pemukiman Bappenas Tri Nugroho Utomo mengatakan sistem sanitasi di Jakarta sebagai ibu kota negara seharusnya sejajar dengan kota seperti Kualalumpur, Malaysia atau Manila, Filipina.


Tapi kenyataannya, Jakarta masih tertinggal dibandingkan kota-kota lain di dalam negeri seperti Denpasar, Banjarmasin, dan Solo. “Jakarta masuk 11 kota yang punya IPAL (instalasi pengelolaan air limbah). Tapi, masih rendah karena tidak menyeluruh dan belum ideal,” kata Nugroho ketika ditemui detikcom, Senin (11/11).

Film horor apartemen runtuh beri dampak buruk pada penduduk sekitar bekas TKP di Kuala Lumpur

Film Melayu berunsur horor Highland Tower yang sedang ditayangkan di bioskop diduga menimbulkan masalah kepada penduduk sekitarnya .

Penduduk sekitar apartemen itu , Datuk Siti Hendon Chik , mengatakan film tersebut yang menggunakan apartemen yang ditinggalkan itu sebagai lokasi syuting berdampak negatif kepada mereka .
Katanya , film itu menggambarkan seolah - olah kawasan tersebut benar - benar berhantu .

Gambaran karut .

" Itu semua omong kosong , kami yang tinggal di sini sejak 1982 hingga sekarang masih belum mengalami kejadian aneh seperti digambarkan dalam film itu .

" Sebaliknya , kehadiran orang yang mencoba memasuki kawasan ini juga mengganggu ketenteraman penduduk di sini , " katanya yang tinggal sekitar 20 meter dari apartemen tersebut .

Beberapa blok apartemen itu dikosongkan setelah satu bloknya tumbang pada 1993 .

Satpam daerah itu , R Uguneswaran , 25 , berkata banyak orang mencoba menginvasi wilayah itu sejak 31 Oktober lalu .

Dia yang bertugas mengontrol jalan masuk Taman Hillview dan Taman Sri Ukay , mengaku diancam dipukul karena tidak mengizinkan pengunjung masuk .


" Malam kemarin ( Selasa ) , hampir 100 remaja bermotor mencoba memasuki dan ketika diblokir mereka memaki kami , " imbuhnya .


Filem Seram "Highland Tower" Timbulkan Masalah Pada Penduduk Setempat...



Sumber : KULAAN NIRING

Wednesday, 13 November 2013

Bunuh petinggi depag Pahang, pria mengaku tuhan jadi buronan kepolisian Malaysia



Pengadilan Rendah Syariah Kuantan hari ini mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Harun Mat Saat , atau dikenal sebagai "Tuhan Harun" setelah ketua kelompok ajaran sesat itu gagal hadir buat kali kedua untuk proses manajemen kasusnya kemarin .

Harun , 47 , yang menghadapi 10 tuduhan berdasarkan Enakmen Administrasi Agama Islam dan Adat Resam Melayu Pahang 1982 , juga gagal hadir pada sebutan pertama kasusnya , 20 Agustus lalu .
Hakim Syarie Abdul Wahid Md Ali Al - Fakwie mengeluarkan surat perintah itu setelah permohonan diajukan Jaksa Agung Syarie negeri Salehuddin Ab Manaf .

Pada 24 April lalu , Harun didakwa atas satu tuduhan di Pengadilan Tinggi Syariah dan 10 tuduhan di Pengadilan Rendah Syariah termasuk menyebarkan ajaran sesat dan menghina agama Islam dengan mengaku sebagai tuhan .

Terdakwa yang tidak mengaku bersalah terhadap semua tuduhan dibebaskan dengan jaminan RM15 , 000 (Rp54,2 juta) bersama dua penjamin .

Sementara itu , Kepala Polisi Pahang Datuk Shariffuddin Abdul Ghani ketika dihubungi menegaskan tentang perintah penangkapan itu dan mengatakan polisi akan membantu Departemen Agama Islam Pahang ( JAIP ) mendeteksi Harun dan para pengikutnya yang kini dipercaya sedang bersembunyi .

Kelompok ajaran sesat Tuhan Harun kini diburu untuk membantu polisi dalam penyelidikan kasus bunuh Ketua Otoritas Agama JAIP Ahmad Raffli Abdul Malik , 49 , Minggu lalu .

Ahmad Raffli atau dikenal sebagai Ustaz Raffli , mati setelah terkena tembakan di dada kanan dan tenggorokan yang dilepaskan seorang dari tiga tersangka yang tidak dikenal .

Shariffuddin mengatakan sejauh ini hanya dua dari 31 pengikut kelompok Tuhan Harun yang telah menyerah diri dan pernyataan mereka telah direkam .

" Saya harap 29 lagi pengikut kelompok ini akan turut serah diri seperti yang diminta oleh Inspektur Jenderal Tan Sri Khalid Abu Bakar untuk membantu penyelidikan kasus tersebut , " katanya .

Namun , katanya , kedua anggota kelompok yang menyerah diri itu gagal mengecam tersangka pertama kasus tembak tersebut .

Dikenal sebagai seorang penegak agama yang tegas , Ustaz Raffli terpercaya menangani dua kasus pidana syariah melibatkan kelompok ajaran sesat Tuhan Harun dan gerakan Syiah di Pahang . - BERNAMA

Mahkamah keluar waran tangkap terhadap 'Tuhan Harun'


KUANTAN 13 Nov. - Mahkamah Rendah Syariah Kuantan hari ini mengeluarkan waran tangkap terhadap Harun Mat Saat, atau dikenali sebagai ’Tuhan Harun’ selepas ketua kumpulan ajaran sesat itu gagal hadir buat kali kedua untuk proses pengurusan kesnya semalam.

Harun, 47, yang menghadapi 10 pertuduhan mengikut Enakmen Pentadbiran Agama Islam dan Adat Resam Melayu Pahang 1982, juga gagal hadir pada sebutan pertama kesnya, 20 Ogos lepas.
Hakim Syarie Abdul Wahid Md Ali Al-Fakwie mengeluarkan waran itu selepas permohonan dikemukakan Ketua Pendakwa Syarie negeri Salehuddin Ab Manaf.

Pada 24 April lepas, Harun didakwa atas satu pertuduhan di Mahkamah Tinggi Syariah dan 10 pertuduhan di Mahkamah Rendah Syariah termasuk menyebarkan ajaran sesat dan menghina agama Islam dengan mengaku sebagai tuhan.

Tertuduh yang tidak mengaku bersalah terhadap semua pertuduhan dibebaskan dengan ikat jamin RM15,000 bersama dua penjamin.

Sementara itu, Ketua Polis Pahang Datuk Shariffuddin Abdul Ghani ketika dihubungi mengesahkan mengenai waran tangkap itu dan berkata polis akan membantu Jabatan Agama Islam Pahang (JAIP) mengesan Harun dan para pengikutnya yang kini dipercayai sedang bersembunyi.

Kumpulan ajaran sesat Tuhan Harun kini diburu bagi membantu pihak polis dalam siasatan kes bunuh Ketua Penguatkuasa Agama JAIP Ahmad Raffli Abdul Malik, 49, Ahad lepas.


Ahmad Raffli atau dikenali sebagai Ustaz Raffli, mati selepas terkena tembakan di dada kanan dan kerongkong yang dilepaskan seorang daripada tiga suspek yang tidak dikenali.

Shariffuddin berkata setakat ini hanya dua daripada 31 pengikut kumpulan Tuhan Harun yang telah menyerah diri dan kenyataan mereka telah direkodkan.

"Saya harap 29 lagi pengikut kumpulan ini akan turut serah diri seperti yang diminta oleh Ketua Polis Negara Tan Sri Khalid Abu Bakar bagi membantu siasatan kes berkenaan," katanya.

Bagaimanapun, katanya, kedua-dua anggota kumpulan yang menyerah diri itu gagal mengecam suspek pertama kes tembak berkenaan.

Dikenali sebagai seorang penguatkuasa agama yang tegas, Ustaz Raffli dipercayai mengendalikan dua kes jenayah syariah melibatkan kumpulan ajaran sesat Tuhan Harun dan gerakan Syiah di Pahang. - BERNAMA


Artikel Penuh: http://www.utusan.com.my/utusan/Mahkamah/20131113/ma_14/Mahkamah-keluar-waran-tangkap-terhadap-Tuhan-Harun#ixzz2kXIJjPq7
© Utusan Melayu (M) Bhd 

Soal Pengolahan Limbah, Jakarta Kalah dengan Malaysia


Rabu, 13/11/2013 11:46 WIB

Buruknya Sistem Sanitasi Jakarta

Ropesta Sitorus - detikNews


Jakarta - Pengolahan air limbah di Jakarta masih sangat buruk. Predikat sebagai kota metropolitan yang juga Ibu Kota Negara, ternyata tak membuat kota ini bebas dari masalah buurukntya sistem sanitasi. Saking minimnya, Jakarta ada di urutan paling belakang bila dibandingkan dengan Negara-negara tetangga dalam hal pengolahan limbah.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengakui pengolahan air limbah di Ibu Kota baru melayani sekitar tiga persen wilayahnya. “Dibandingkan Negara lain seperti Malaysia saja sudah 60 persen, Singapura sudah hampir 100 persen,” kata mantan Wali Kota Surakarta itu usai bertemu dengan Komisi VII DPR RI di Balai Kota, akhir Oktober lalu. 

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Sanitasi Lingkungan BPLHD, Andono Warih membenarkan pernyataan Jokowi itu. Menurut dia saat ini jaringan perpipaan air bersih di Jakarta baru sekitar 3 persen. Angka ini tentu belum bisa melayani seluruh warga.



Air limbah di Jakarta, baik dari rumah tangga maupun perusahaan mapan seperti hotel, rumah sakit, perkantoran, dan mal masih belum terkelola dengan baik. Selama ini limbah di Jakarta diolah di instalasi pengolahan limbah PD PAL dengan menggunakan pipa di waduk Setiabudi, Jakarta Selatan. 

Ada juga sistem pengolahan limbah setempat, yakni dengan menggunakan metode septic tank untuk rumah tangga, dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sendiri untuk industri, perkantoran, pusat perbelajaan, dan rumah sakit.

Menurut Andono, saat ini hampir 70 persen warga Jakarta telah menggunakan septic tank. Namun masih ada sekitar 11 persen limbah rumah tangga dari slum area, yang langsung dibuang ke lingkungan tanpa diolah sama sekali. 

“Kita akui saudara kita di daerah yang padat itu, sekedar MCK Saja masih berbagi, bahkan ada yang langsung buang ke sungai,” kata Andono kepada detikcom, Jumat (8/11) pekan lalu.

Limbah rumah tangga, walau sudah punya septic tank, masih jadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah. “Faktanya rumah tangga itu jadi penyumbang terbesar dan kita masih sangat sedikit menyentuh itu, padahal itu sebenarnya berbahaya juga kalau ditotal jumlah limbah dari 9 juta penduduk yang dibuang begitu saja ke dalam saluran,” kata Andono. 

Dampak pembuangan limbah cair ke sungai, baik dari perusahaan maupun rumah tangga, membuat kondisi pencemaran Jakarta makin tinggi. Dari segi jumlah, dia memberikan gambaran limbah rumah tangga yang dihasilkan per orang mencapai 150 liter per hari. Limbah itu mengandung air sabun, detergen, air kencing, maupun limbah dapur. 

“Jadi kalikan saja kalau penduduk kita 9 juta, itulah yang diolah,” kata Andono. 

8 maut dinding gudang runtuh ketika rebut beras di Tacloban, Filipina



8 orang maut apabila dinding sebuah gudang runtuh lalu menimpa mereka ketika orang ramai menyerbu sebuah gudang beras di Tacloban, Filipina - bandar yang musnah akibat Taufan Heiyan Yolanda Jumaat lalu, untuk melarikan kampit-kampit beras.

" Dinding gudang runtuh dan menimpa 8 orang membuatkan mereka mati serta-merta " kata seorang pegawai Filipina, Rex Estoperez dipetik dari AFP , Rabu 13/11/2013.

Ketika kejadian, polis dan tentera menjaga gudang yang terletak di Alangalang, kira-kira 17 km dari Tacloban namun tidak mampu berbuat apa-apa kerana kerumunan orang yang terlalu ramai.

Menurut Estoperez, orang ramai berjaya melarikan 10,000 kampit beras. "Tentu mereka ramai sekali sebab mampu melarikan kampit beras sebanyak itu," ungkap jurucakap Lembaga Pemakanan Kebangsaan, badan kerajaan yang mengawal perdagangan beras.

"Staf kami ada di sana tapi tak mampu berbuat apa-apa" tambah Estoperez.

Bandar Tacloban di Leyte adalah bandar paling teruk kerosakannya disebabkan Taufan Heiyan yang melanda Filipina Jumaat lalu. Dilaporkan taufan tersebut telah membunuh 10,000 orang di bandar Tacloban sahaja.

Taufan ganas ini juga membuatkan 660,000 orang hilang tempat tinggal. Mangsa yang terselamat kekurangan bekalan makanan, air dan ubat-ubatan. Pun begitu, banyak pihak terutamanya dari dunia antarabangsa termasuk PBB dan Amerika Syarikat telah menyalurkan bantuan ke Filipina. - Detik.com


Rabu, 13/11/2013 13:11 WIB

Massa Korban Topan Haiyan Serbu Gudang Beras, 8 Orang Tewas

Rita Uli Hutapea - detikNews

Manila, - Tragis! Delapan orang tewas ketika massa menyerbu sebuah gudang beras di dekat kota Tacloban, Filipina. Mereka adalah warga yang selamat dari Topan Haiyan yang meluluh-lantakkan sebagian wilayah Filipina.

"Tembok gudang kami ambruk dan delapan orang tertimpa dan tewas seketika," kata seorang pejabat Filipina, Rex Estoperez seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (13/11/2013).



Saat kejadian, aparat polisi dan tentara menjagai gudang yang terletak di kota Alangalang, sekitar 17 kilometer dari Tacloban itu. Namun aparat kewalahan menghadapi massa yang begitu banyak.

Menurut Estoperez, massa berhasil membawa kabur sekitar 10 ribu karung beras. "Mereka pasti begitu banyak karena bisa membawa begitu banyak karung beras," tutur juru bicara Otoritas Pangan Nasional, badan pemerintah yang menangani perdagangan beras.


"Staf kami juga berada di sana namun mereka tak bisa berbuat apa-apa," imbuh Estoperez.


Kota Tacloban di Leyte adalah yang paling parah kerusakannya akibat topan Haiyan yang menerjang Filipina sejak Jumat (8/11) lalu. Dilaporkan topan tersebut telah merenggut lebih dari 10 ribu nyawa di wilayah Tacloban sendiri. 


Topan dahsyat ini juga membuat sekitar 660 ribu orang kehilangan tempat tinggal. Banyak korban selamat yang kekurangan pangan, air dan juga obat-obatan. Namun demikian, banyak pihak terutama dari dunia internasional, termasuk PBB dan Amerika Serikat yang telah menyalurkan bantuan ke Filipina.

Sudah empat tahun kampung-kampung di sempadan Sarawak - Kalimantan Barat mengguna bekalan elektrik dari Malaysia


Jakarta - Pembelian elektrik dari Malaysia telah dibuat oleh Indonesia di kawasan sempadan Kalimantan Barat sejak 4 tahun lalu. Menurut Pengarah PLN Nur Pamudji berkata kampung-kampung di sempadan Kalimantan Barat  dan Sarawak telah mendapat bekalan elektrik dari Sarawak sejak 4 tahun lalu.

Dia menyebut alasannya adalah kerana elektrik dari Malaysia lebih murah manakala elektrik dari dalam negara Indonesia sendiri agak mahal kerana dijana dengan janakuasa diesel.

PLN telah membeli elektrik tersebut dari badan elektrik Sarawak untuk diagih kepada pengguna dengan harga yang murah namun Indonesia menggapnya hanya sementara kerana stesen janakuasa baru sedang dalam pembinaan.

Sudah 4 Tahun RI Impor Listrik dari Malaysia Untuk Perbatasan Kalbar

Rista Rama Dhany - detikfinance
Selasa, 12/11/2013 19:34 WIB

Jakarta -Pembelian listrik dari Malaysia sudah dilakukan Indonesia wilayah perbatasan di Kalimantan Barat. Bahkan impor listrik ini sudah dilakukan sejak 4 tahun lalu.

"Desa-desa yang persis di perbatasan Kalbar-Serawak (Malaysia) sudah impor listrik dari Serawak," kata Direktur Utama PT PLN (Persero) Nur Pamudji melalui pesan singkatnya kepada detikFinance, Selasa (12/11/2013).

"Listik di desa-desa perbatasan Kalbar dengan Serawak sudah pakai listrik dari Serawak sejak sekitar 4 tahun lalu," ungkap Nur.

Nur beralasan, impor listrik dari Malaysia tersebut karena biayanya lebih murah daripada PLN harus membangun pembangkit listrik tenaga diesel.

"PLN Kalbar membeli dari Serawak, didistribusikan ke desa-desa tersebut, saya tidak tahun persis berapa harganya, yang jelas lebih mudah dibandingkan diesel," tutupnya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan menjelaskan, impor listrik ini tidak dilakukan selamanya. Karena PLN sedang membangun pembangkit listrik di perbatasan.

"PLTA di sana berlebih (Malaysia). Tinggal dipasang kabel dan mengirim ke sini (Wilayah Indonesia di Kalimantan) sambil kita membangun pembangkit. Itu lebih cepat (membeli)," ucap Dahlan.

Opinion on Deutero Malay

DATUK Dr Ananda Kumaraseri's comment piece, "Malaysia reflects its rich varied heritage" (NST, Nov 2), was a fair attempt at describing Malaysia's population and cultural variety, based on ancient history.

Unfortunately, his narration of the past was based on outdated theories and knowledge. There were no "waves" of migration into Southeast Asia, nor did Malays originate from Tibet or southern China, as he mentioned.
Dr Ananda was reading knowledge of the 1930s, basically just archaeological knowledge.
Lots of new evidence in archaeology and linguistics, as well as DNA studies, in Asia more recently have overturned the theories and views about Southeast Asia that originated from the 1930s.
For a round-up of some of the new evidence, refer to the book Tamadun Alam Melayu (by M.A. Ishak 2009, published by Persatuan Sejarah Malaysia).
The picture is now emerging that it was in Southeast Asia that man first began to differentiate and that the races began to emerge in Asia.
This evolution apparently resulted in the emergence of a spectrum of peoples, from darker-skinned Negritos to lighter-skinned ones (Jakuns) and the still lighter-skinned "Malays".
That is to say, the Malay population did not go through the process of being deutero Malays and then proto Malays, as is so commonly mentioned.
What the new evidence seems to suggest is that Malays and Negritos both evolved together in Southeast Asia during prehistoric times.
At that time, southern Southeast Asia was one large block of land which then broke up to form the Malay Archipelago following rises in sea levels three times from 14,000 to 8,000 years ago. (For a comprehensive account of the sea floods and its significance in the history of Southeast Asia, please refer to the book Eden in the East by Stephen Oppenheimer, 2001).
Some of the people who arrived in Southeast Asia from Africa (about 60,000 to 80,000 years ago) did not stay in Southeast Asia long and moved on without going through the process of early differentiation in Southeast Asia. They became the aboriginal peoples of Papua New Guinea and Australia as we know them today.
Some others continued moving northwards instead and they differentiated further and became Tibetans, Yuehs, Thais and others, and only much later did the Chinese, Koreans and Japanese emerge.
In other words, human migration was from south to north, and not from north to south as suggested by the theories of the 1930s.
Thus, the Chinese are, in fact, a distant sub-set of Southeast Asians, and not the other way round.
The largest DNA studies conducted by scientists from 10 Asian countries, including Malaysia, China and Singapore, published their findings in December 2009.
They concluded that migration of man in East Asia was from south to north.
The 2009 findings reinforced findings from several earlier but much smaller studies, which also carried the same conclusions.
But much later, migrations of man from north to south in East Asia (and Chinese historical accounts mentioned these events) did take place. These migrations brought Vietnamese, Thais, the people of Myanmar and others into Southeast Asia.
These were thus back-migrations to the south, and these happened because of the pressure of the expanding Chinese population in the north.
But Malays have always been in the southern part of Southeast Asia.
There are no historical accounts, whether in China or wherever, of people who could be identified as Malays migrating south during historical times.
Malays (or, any other present-day Southeast Asians) could not have migrated south from the north earlier, meaning during prehistoric times either, as DNA studies have shown human DNA in Southeast Asia is older than that in China (in other words, human movement could only have been northwards during prehistoric times), and DNA composition in China showed a heavy Southeast Asian content, meaning Southeast Asian origin.
Over time, Malays having flourished as natives of Southeast Asia (alongside the Negritos) from the original migration from Africa and split following the break-up of their homeland -- the southern Southeast Asia land mass -- into the Malay Archipelago.
This resulted in the Malays becoming the population of all the islands of the archipelago. Their land-and-sea environment then caused the ancient Malays to develop a maritime way of life and maritime skills.
Eventually, the Malays sailed right into the Pacific Ocean populating all the islands there (where they are now known as Polynesians and Micronesians), and also to Madagascar across the Indian Ocean.
Malay kinship across these two oceans has been indicated by DNA studies from the 1960s and even earlier linguistic studies.
Their ancient presence in the archipelago led to the development of sub-identities like the Javanese, Bugis and others among the Malay ethnic group, also known as Malayo-Polynesian.
It is wrong, therefore, to suggest that Javanese or Bugis, for instance, are immigrant people in Malaysia, as all these people are mere sub-ethnic groups of a larger ethnic family, all inheriting a single common and extensive ancient homeland.
Thus, to get our prehistory and history right based on the new knowledge, Malays are the ancient ancestral people of southern Southeast Asia.
They did not migrate from anywhere else in Asia. The whole archipelago that resulted from the break-up of the original land mass of southern Southeast Asia was their original homeland and they kept sailing to and fro within the archipelago, even until present days.
The high cultural and linguistic diversity in the Malay Archipelago (despite being occupied by only one language family) is further proof of the Malays' ancient presence as linguistics theory suggests the more ancient a people are, the more they generate linguistic diversity.
Linguistic diversity among Malays in the archipelago is, in fact, the highest in the whole of Asia, thus pointing to their very ancient presence.
It is this ancient Malay population that is at the base of the country that we now call Malaysia.
Dr Ananda was right in suggesting that Malaysia's past shaped the "thinking, attitudes, ethos and the nature and substance of its statecraft".
Diversity is nothing new to the archipelago or to Malaysia, even before the arrivals of Chinese and Indians during very recent historical times.
I look forward to the revision of our school history books to keep abreast of the new evidence.
A.I, Kuala Lumpur
New evidence seems to suggest that Malays and Negritos both evolved together in Southeast Asia in prehistoric times.



Read more: MALAY ORIGINS: Evidence suggests otherwise - Letters to the Editor - New Straits Times http://www.nst.com.my/opinion/letters-to-the-editor/malay-origins-evidence-suggests-otherwise-1.167600#ixzz2kRk1tNxx

Tuesday, 12 November 2013

Batman bin Suparman Dihumban Ke Penjara Di Singapura


Pemuda Singapura yang menjadi perhatian media sosial tahun lalu kerana memiliki nama Batman bin Suparman akhirnya dihumban ke penjara kerana menggunakan heroin dan mencuri wang dari kad ATM abangnya. Dia dipenjara 33 bulan kerana kesalahan tersebut memberi populariti kali kedua untuknya sehinggakan ia dilaporkan di akhbar-akhbar utama dunia, dek kerana pesalah memiliki nama super hero yang seharusnya sinonim dengan perlakuan yang membela kebenaran.

Selasa, 12/11/2013 13:07 WIB

Punya Nama Unik, Batman bin Suparman Ngetop di Media Sosial

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews


Singapura - Seorang pemuda kelahiran Singapura ini memiliki nama superhero namun sayang perilakunya sangat bertolak belakang. Pemuda bernama Batman bin Suparman ini ditangkap polisi karena mengkonsumsi narkoba dan mencuri dari kakaknya.


Seperti dilansir nydailynews.com, Selasa (12/11/2013), pemuda berusia 23 tahun ini menjadi terkenal setelah salinan identitas dirinya tersebar luas di internet. Tertulis dalam kartu identitas tersebut, nama pemuda ini adalah Batman bin Suparman. Nama yang unik dan cenderung tak lazim.


Namun perilakunya tak seperti namanya yang menggunakan nama superhero terkenal dunia, Batman, yang dalam kisahnya banyak membela kebenaran dan melawan para penjahat. Kiprah pemuda berkebangsaan Singapura ini justru sebaliknya. 


Pada Senin (11/11) kemarin, pemuda ini divonis hukuman 2 tahun 9 bulan penjara oleh pengadilan setempat atas bermacam tindak pidana. Mulai dari mencuri kartu ATM milik kakak laki-lakinya untuk diambil uangnya, hingga menerobos masuk ke dalam kantor sebuah perusahaan di Singapura untuk mencuri uang di sana. 


Pemuda yang seorang pengangguran ini juga didakwa memiliki dan menggunakan heroin.


Jika dilihat dari keterangan yang ada kartu identitas tersebut, tertulis bahwa Batman merupakan keturunan suku Jawa meskipun tertulis jelas bahwa dia warga negara Singapura. Tidak diketahui pasti apakah memang ayah atau ibunya yang keturunan Jawa dan apakah ada kemungkinan mereka sebelumnya merupakan orang Indonesia.


Yang jelas, gara-gara namanya yang unik ini, Batman menjadi sensasi tersendiri di media sosial. Bahkan pemuda ini telah memiliki klub penggemar sendiri di jejaring sosial Facebook

“Batman Suparman” Jailed in Singapore for Theft, Trespassing



After multiple deviations from his heroic namesake, Singaporean courts have sentenced “Batman” to more than two and a half years in prison on multiple counts of theft and trespassing. The 23-year-old man, whose full name is Batman Bin Suparman, was found guilty of three out of 10 charges, which also included illegal drug use.
The prosecution said that Batman broke into a billiard hall last August, stealing approximately $160. He also lifted his brother’s ATM card, making multiple withdrawals totaling more than $680.
“During sentencing, the court heard that Batman is a first offender and a young one at that,” said Channel NewsAsia of the relatively lenient sentence. “For housebreaking, he could have been jailed [up to] 14 years.” - The Diplomat


Ketua 'SIRIM' Indonesia Terkejut Limpahan Barangan Malaysia Di Pontianak




Jakarta - Produk berlabel buatan Malaysia banyak ditemui di pusat membeli-belah Pontianak, Kalimantan Barat. Produk-produk tersebut didapati belum mendapat label Kepiawaian Kebangsaan Indonesia (SNI) sehingga keselamatannya diragukan oleh pihak Indonesia.

Ketua Badan Kepiawaian Nasional (BSN) yang mengendalikan SNI, Bambang Prasetya khuatir pergerakan mudah produk Malaysia di negara tersebut. 

"Seperti di Pontianak, saya terkejut, produk-produk berada di sana kerana dekat dengan Malaysia. Itu semuanya yang ada di pusat beli-belah buatan Malaysia, tapi air tin dan botol tidak dilabel di Indonesia" tutur Bambang di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (12/11).

Menurutnya, untuk beberapa produk, BSN telah mmberi label SNI seperti untuk air minuman tin dan botol serta tabung gas. " Jelas sekali, helmet dan tabung gas perlu ada SNI begitu juga air tin dan botol" katanya lagi.

Penerapan SNI diakui Bambang dapat melindungi produk dalam negeri dari serbuan produk luar negara. Selain itu ia juga dapat memperkukuh daya saing produk tempatan.

" Itu adalah salah satu dari kesan pelabelan SNI. Paling penting tetapi tidak wajib ialah implimentasinya. Itu seharusnya dibuat dengan adanya badan-badan yang membantu dalam perlaksanaannya kerana negara kita luas, dan jika badan-badan tersebut berada di Jakarta kesukaran pasti ada terutamanya dalam aspek kos." ujarnya lagi - Detiknews

----------------------------------------------------

Kepala BSN Kaget Produk Malaysia Beredar di Supermarket Pontianak

Feby Dwi Sutianto - detikfinance
Selasa, 12/11/2013 12:53 WIB


Jakarta -Produk berlabel buatan Malaysia marak ditemui di pusat perbelanjaan Pontianak, Kalimantan Barat. Padahal produk-produk tersebut belum memiliki label standar nasional Indonesia (SNI), sehingga diragukan keamanannya.


Kepala Badan Standarisasi Nasional (BSN) Bambang Prasetya khawatir dengan mudahnya ruang gerak produk makanan dari negara tetangga ini.


"Seperti di Pontianak saya surprised (kaget), itu produk yang ada di sana karena dekat dari Malaysia. Itu semuanya yang di supermarket itu, made inMalaysia, tapi air kemasan tidak dan diwajibkan Indonesia," ucap Bambang di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (12/11/2013).


Menurut Bambang, untuk beberapa produk, BSN telah mengeluarkan label SNI, termasuk air minum dalam kemasan dan tabung gas. "Yang jelas kan kalau yang helm dan tabung gas semua harus pakai, air kemasan juga harus pakai SNI," jelasnya.


Penerapan SNI diakui Bambang bisa melindungi produk dalam negeri dari serbuan produk luar negeri. Di samping label juga memperkuat daya saing produk nasional.


"Itu salah satu efek dari pemberian SNI. Tapi yang penting bukan wajibnya, tapi implementasi. Itu harus dengan lembaga-lembaga yang melakukan back up seperti pengujiannya bagaimana, kita kan geografinya luas, kalau lembaga pengujiannya ada di Jakarta ya sayang juga kan. Ongkos lagi nanti," jelasnya. - Detiknews