Showing posts with label Health. Show all posts
Showing posts with label Health. Show all posts

Monday, 17 February 2014

Debu gunung berapi turut tiba di Bandung, 550 km ke barat Gunung Kelud

Letusan Gunung Kelud pada hari Khamis 13/2/14 jam 11.50 malam waktu Malaysia seperti dalam imej di bawah telah memuntahkan abu yang sangat banyak sepanjang malam selepas itu. Akibatnya debu bertebaran di dalam atmosfera Pulau Jawa dan memberi ancaman kepada kesihatan kepada mereka yang rawan. 

Abu tersebut di kesan sekitar 550 km dari Gunung Kelud iaitu di Jawa Barat iaitu di Bandung dan Sukabumi.

Gunung Kelud adalah gunung berapi kedua yang meletus di Indonesia dalam masa 2 minggu selepas Sinabung di Sumatera Utara pada 1/2/14 yang lalu. 

Untuk rekod, Kuala Lumpur terletak 370 km ke timur Gunung Sinabung.



Bandung - Hujan abu Gunung Kelud di Kota Bandung meluas. Kini hampir seluruh wilayah terkena. Bahkan turunnya abu bisa terlihat dengan cukup jelas. Warga di sejumlah titik di Kota Bandung melaporkan temuan abu di tempatnya.


Sejumlah titik tersebut di antaranya di sekitaran Ujungberung, Antapani, Bojongsoang, Jalan Lombok, Saparua, Jalan Diponegoro, dan Jalan Pasteur. Pantauan di lapangan, abu tipis turun perlahan. Abu makin terlihat di barang-barang berwarna gelap seperti jok motor.



Sebelumnya, abu tipis pagi ini baru dilaporkan sampai di kawasan Bandung Timur. Namun kini hujan abu sepertinya makin meluas.



"Di Ujung Berung makin tebal abunya. Baju yang dijemur banyak putih-putihnya. Di mobil juga banyak," tutur Djalihah (63), warga Girimekar Permai, Kecamatan Cilengkrang, Ujungberung.



Dilaporkan Neneng Anggraeni, warga Griya Bandung Indah (GBI) Bojongsoang, hujan abu turun di sekitar rumahnya. "Di jok motor terlihat jelas," katanya.



Meskipun abu yang turun di Kota Bandung dan sekitarnya tipis, namun warga perlu juga menjaga kesehatannya dengan membekali diri dengan masker. Karena abu vulkanik gunung bisa membuat mata pedih dan sesak pernafasan. - DETIKNEWS



Friday, 14 February 2014

Gunung Kelud, Jawa Timur pula meletus di Indonesia


Gunung Kelud, di Jawa Timur, Indonesia meletus pagi ini dengan debu vulkanik menyebar sehingga 336 km dari gunung berapi kedua meletus di Indonesia bulan ini selepas Sinabung yang terletak 370 km ke sebelah barat Kuala Lumpur pada 1 Februari yang lalu.

Dentuman Gunung Kelud yang meletus jam 11:50 malam semalam waktu Malaysia terdengar sehingga ke Jawa Tengah. Penduduk Solo , yang terletak 150 km ke barat Gunung Kelud mendengarkan ia seperti guruh di malam langit terang.

Ratusan ribu penduduk di sekitar Gunung Kelud ditimpa kerikil dan batuan halus yang sempat menimbulkan panik.

Pagi Jumaat 14 Februari 2014 kebanyakan tanah Jawa Tengah dan Jawa Timur diselubungi debu vulkanik Kelud. 

Ancaman yang sama juga ke atas Lembah Klang oleh Gunung Sinabung, Sumatera Utara.


Jumat, 14/02/2014 08:34
Rupa-rupa Penampakan Debu Gunung Kelud yang Guyur Tanah Jawa
Abu Gunung Kelud hampir 'menyiram' seluruh wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ketebalan debu bahkan ada yang mencapai 10 cm.






Jakarta - Gunung Kelud meletus sekitar pukul 22.50 WIB. Dentuman letusan terdengar hingga ke wilayah Jawa Tengah.

Warga Solo, Agung mengatakan mendengar dentuman. "Terdengar 3 kali," kata Agung, Kamis (13/2/2014).

Dia dan warga lainnya awalnya menduga suara berasal dari petir. "Tapi langit terang tidak mendung," kata dia.

Sedangkan Didit warga Wonogiri juga mengaku mendengar dentuman erupsi Kelud. "Terdengar keras," ujarnya. 

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sudah merekomendasikan evakuasi masyarakat dari radius 10 Km dievakuasi.

Sebagian masyarakat yang tinggal dekat puncak gunung ini mulai menuju posko-posko pengungsian. Posko pengungsian saat ini masih tersebar namun beberapa di antaranya terletak di wilayah Blitar, Jawa Timur.

"Titik pengungsian sudah ditentukan, ada beberapa tempat di Blitar," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

Status Gunung Kelud naik menjadi Awas (level IV) pada pukul 21.15 WIB. Sementara pada pukul 22.50 WIB, gunung yang terletak di Jawa Timur ini sempat mengeluarkan asap tebal setinggi 3000 meter.

Wednesday, 12 February 2014

Ancaman Gunung berapi Sinabung ke atas Malaysia


Gunung Sinabung terletak kira-kira 370 km ke arah Barat dari Kuala Lumpur. Ia mula meletus pada 29 Ogos 2010 setelah kali terakhir meletus pada tahun 1600. Letusan demi letusan berlaku sehingga paling besar pada 1 Februari 2014. Debunya telah diramal gugur di barat laut Semenanjung hari ini 12 Februari 2014 seperti dilaporkan media Singapura.

Pengkaji vulkanologi menyebut bahawa fasa letusan Sinabung masih belum tamat. 
Ketika ini pula berlaku tiupan angin dari Sumatera ke arah Semenanjung Malaysia yang berlaku ketika Sinabung hanya berasap halus. 

Imej letusan 1 Februari 2014 dari wired.com

Dikhuatiri akan berlaku letusan susulan yang menyamai Tambora dan Krakatau memandangkan tiada pelepasan tenaga melalui proses vulkanologi berlaku di Sumatera, khususnya di bahagian utara yang kaya dengan gas asli, sejak aktiviti seismik meningkat bermula dari gempa bumi 9.0 pada skala Richter yang mencetuskan tsunami Aceh pada tahun 2004.

Imej hak Google Inc.

Adalah diharapkan agar tiada letusan besar berlaku ketika ini apabila angin dalam keadaan tidak menentu dalam tempoh terdekat ini kerana boleh ia merupakan sebuah bencana alam yang besar tidak pernah menjadi persediaan di negara ini walaupun menyedari jarak Gunung Sinabung ke Kuala Lumpur yang  lebih dekat dari Kuala Lumpur - Alor Setar ini menjadikan ia antara yang wajar diberi perhatian oleh pakar tempatan.

Vektor Angin 12/2/2014 Ihsan BMKG Indonesia


Thursday, 14 November 2013

Lack of body bags a problem in typhoon-hit Tacloban

Rescue workers pour disinfectant on uncollected bodies along a street in typhoon-ravaged Tacloban City on Wednesday, November 13. Dozens of unidentified cadavers have been buried in a mass grave to prevent the possible spread of an epidemic. AP/Aaron Favila



By MARC JAYSON CAYABYAB,
GMA News
November 13, 2013 7:38pm

Lack of body bags is hindering the collection of decomposing bodies that litter typhoon-hit Tacloban city, according to its mayor, Albert Romualdez, on Wednesday.

In a phone interview, Romualdez said the number of bodies continues to rise in Tacloban, a once vibrant city of over 220,000 residents that bore the brunt of monster winds and waves caused by Yolanda last Friday.

"There's a rise in casualties," Romualdez said, noting that the number of fatalities rose from more or less 200 to an estimated 500.

"We also lack... body bags. Some of them just arrived today. We're having some problems in the collection of cadavers," he added.

Besides the lack of body bags, Romualdez also noted the lack of mobility in collecting the dead and clearing the roads choked with the debris caught in the storm.

He said once the trucks were finished clearing the roads, they may also be used in retrieving the bodies.

Romualdez said he would receive the report on the situation in the city on Wednesday night.

Tacloban was one of the areas severely hit by Yolanda, which brought storm surges from both sides of the city, which lies on a cove between a bay and a sea strait.

The national police has deployed over 700 policemen in Leyte amid reports of looting by hungry survivors clamoring for immediate response from a government overwhelmed by one of the country's worst natural disasters.

President Benigno Aquino III said the death toll from the world's strongest typhoon to hit land may reach 2,000 or 2,500, lower than the 10,000 previously estimated, Reuters reported. Official death toll from the typhoon was 2,275 as of Wednesday afternoon based on the National Disaster Risk Reduction and Management Council (NDRRMC).

Yolanda, which brought monster winds and tsunami-like waves last Friday, is officially the fourth strongest tropical cyclone in world history in terms of overall strength. — KBK, GMA News

Sistem kumbahan Jakarta antara terburuk di Indonesia

Persatuan Tandas Indonesia menilai sistem kumbahan di Jakarta jauh dari sempurna dan merupakan sebuah bandaraya dengan sistem kumbahan yang terburuk di rantau ini walaupun sebagai sebuah ibu negara, Jakarta sepatutnya mempunyai sebuah sistem kumbahan yang baik dan tersendiri.

Sebagai perbandingan,  Presiden Persatuan Tandas Indonesia, Naning Adiwoso menjelaskan bahawa Jakarta telah ketinggalan berbanding Manila, Bangkok dan Kuala Lumpur.

Kawasan perumahan di bandaraya-bandaraya tersebut mempunyai sistem kumbahan menyeluruh dan air kumbahan dikelola dengan baik. Indonesia secara perbandingannya lebih baik dari Timor Leste dan Laos tetapi kalah dengan Cambodia.

"Memalukan. kita kalah dengan Cambodia dan Myanmar. Tempat ketiga terbawah di ASEAN. Sepatutnya ada penanda aras dari pemerintah pusat ke pemerintah wilayah" ujar Naning kepada Detik.com Sabtu lalu.

Jakarta juga kalah dengan beberapa bandaraya lain di dalam Indonesia sendiri seperti Denpasar di Bali , Solo di Jawa Tengah dan Banjarmasin di Kalimantan.



Foto : Detik

Rabu, 13/11/2013 15:46 WIB

Buruknya Sistem Sanitasi Jakarta

Jakarta Kota Terburuk di Tanah Air


Hardani Triyoga - detikNews

Jakarta - Asosiasi Toilet Indonesia menilai sistem sanitasi di Jakarta masih jauh dari ideal dan merupakan salah satu kota terburuk di Tanah Air dalam pengelolaan air limbah. Padahal, mengacu status ibu kota negara seharusnya Jakarta punya sistem pembuangan limbah yang mandiri.

Presiden Asosiasi Toilet Indonesia Naning Adiwoso juga membandingkan dengan kota-kota besar di wilayah Asia Tenggara, bahwa Jakarta jauh tertinggal dari Manila, Bangkok, hingga Kualalumpur. 


Menurutnya, permukiman rumah di kota-kota tersebut memiliki sistem sanitasi menyeluruh dengan instalasi pengelolaan air limbah yang baik. Dalam ukuran negara, Indonesia unggul dari Laos dan Timor Leste namun kalah dari Kamboja dalam pengelolaan sanitasi. 


“Sangat memprihatinkan. Sama Kamboja, Myanmar kita juga kalah. Posisi tiga terbawah di ASEAN ini. Harusnya ada parameter dari pusat ke daerah,” kata Naning kepada detikcom, Sabtu lalu.

Dia menegaskan perlu waktu lama untuk membenahi sistem sanitasi di Jakarta. Bahkan, masih sulit kalau persoalan permukiman padat akibat urbanisasi tidak berkurang. Selama ini, sistem sanitasi sudah terlanjur "rusak" dan salah. Tapi, tetap dibiarkan dan semakin melebar salah satunya karena warga tidak tahu menerapkan sistem sanitasi yang baik.

Misalnya, penempatan dan standar pembangunan septic tank yang belum memenuhi syarat aturan. “Harus ada parameter bikin septic tank yang benar bagaimana. Desain benar, parameter benar diikutin warga. Ini sudah salah. Penempatan setic tank ngaco,” ujarnya.

Naning menambahkan harus ada komitmen dari pemerintah bila ingin membenahi sistem sanitasi Jakarta yang sudah terlanjur parah. Sekadar contoh, ia menjelaskan seperti penempatan toilet umum yang bersih dan nyaman.

Selama ini, Jakarta hanya mengandalkan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang punya fasilitas toilet. "Tanpa SPBU, bisa dibayangkan sulitnya warga mencari toilet bersih," tegasnya. 


Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) juga mencatat buruknya sistem pelayanan pengelolaan limbah di Jakarta. Direktur Perumahan dan Pemukiman Bappenas Tri Nugroho Utomo mengatakan sistem sanitasi di Jakarta sebagai ibu kota negara seharusnya sejajar dengan kota seperti Kualalumpur, Malaysia atau Manila, Filipina.


Tapi kenyataannya, Jakarta masih tertinggal dibandingkan kota-kota lain di dalam negeri seperti Denpasar, Banjarmasin, dan Solo. “Jakarta masuk 11 kota yang punya IPAL (instalasi pengelolaan air limbah). Tapi, masih rendah karena tidak menyeluruh dan belum ideal,” kata Nugroho ketika ditemui detikcom, Senin (11/11).

Malaysia khawatir penyakit bawaan tenaga kerja asing


Pemerintah diminta untuk mengontrol masuknya pendatang asing tanpa izin ( PATI ) menyusul kenaikan kasus penyakit menular yang tercatat berasal dari kalangan mereka di negara ini .

Wakil Menteri Kesehatan , Datuk Seri Dr . Hilmi Yahaya mengatakan , penyakit seperti malaria dan tuberkulosis atau TBC kini menunjukkan peningkatan signifikan yang dikhawatirkan akan menular kepada warga setempat jika tidak dibendung .

" Apa yang mengkhawatirkan seperti contoh , ketika pemeriksaan skrining yang dilakukan pada pekerja asing sekitar 30.000 PATI , namun hanya sepertiga lulus tes dan sisanya tidak sehat dan harus dikirim balik . Tapi kita tidak tahu posisi mereka itu yang kebanyakan mereka berpenyakit menular seperti tuberkulosis dan malaria .

" Sehubungan itu , pihak keamanan harus menangani hal itu untuk memastikan PATI itu keluar dari negara ini , " katanya kepada wartawan setelah membuka Kolokium Kesehatan Masyarakat Sabah ke - 8 dan Konferensi Kesehatan Masyarakat Daerah 2013 , di sini hari ini .

Hilmi mengatakan , dalam beberapa kasus , pemerintah terpaksa menerima kedatangan pendatang asing terutama ketika darurat seperti melahirkan anak selain menanggung subsidi medis bagi mereka yang bekerja di negara ini .

Sebelumnya , Menteri Kesehatan Datuk Seri Dr . S. Subramaniam seperti dikutip , masuknya pekerja asing adalah antara penyebab peningkatan penyakit TBC terdeteksi di negara ini .

" Ada 58 kasus untuk populasi 100.000 pada 1995 dan meningkat menjadi 63 kasus untuk populasi sama pada 2008 yaitu 16.000 kasus per tahun . Ia juga meningkat menjadi 18.000 kasus pada 2010 .

" Pada 2011 , sebanyak 20.000 kasus dilaporkan terjadi dan telah menyebabkan 1.600 kematian , " kata S. Subramaniam .

Dalam pada itu , Hilmi mengatakan , kolokium dan konferensi itu merupakan platform terbaik untuk para dokter dan paramedis mempresentasikan hasil penelitian mereka yang dapat digunakan sebagai referensi kepada pihak terkait termasuk negara regional seperti Filipina dan Myanmar .

Dia menyambut penyelenggaraan kolokium dan konferensi itu yang membuka peluang kepada peserta dari negara luar berbagi ide yang dapat memanfaatkan lebih 500 juta penduduk wilayah ini .

Sebanyak 360 peserta berpartisipasi kolokium dan konferensi selama dua hari yang berakhir esok anjuran Departemen Kesehatan Negeri Sabah dengan kerjasama kantor Kesehatan Penampang .

Turut hadir Direktur Kesehatan Negeri Sabah , Dr . Christina Rundi . - BERNAMA