Thursday, 14 November 2013

No Sunni allowed to eat Shia food during Muharram?


Please Don't Accept / Eat Food Sent By Shia During Muharram

The month of muharram would commence shortly. During this month, shia prepare food dishes and distribute in the vicinity. Please don't eat anything sent by shia and dispose it off. The reason being that they are mushrik and its obligatory for us to refrain from food, which is not halal. Secondly they spit on the food, they send to sunnis, living in the neighbourhood, which shows their extreme hatred towards us. Those who have saliva of the shiite horse, they also mix it in the food.
LEO


-----------------------------------------------------------


Btw is it also true they use some of their blood in that food?

UMM KHALWA


-----------------------------------------------------------


Shiite horse means the horse, which they decorate on 7th, 8th, 9th and 10th muharram for processions. They expect from an animal the fulfilment of their wishes such as those shia women, who are issueless, they pray to the horse to grant them babies. Many of them ask for prosperity and wealth from the horse.

Regarding mixing of blood, I don't know but we can expect any kind of stupidity from them, as taught by rented shia zakirs during ashura speeches. However I have read myself on a forum from a shia that they collect horse waste during muharram days and mix it in the food for seeking blessing of the horse.
LEO

-----------------------------------------------------------


Whoa what's the significance of the horse?!

BINT MAHMOOD


-----------------------------------------------------------


No significance at all, because sunnis believe it a shia fairy-tale. Now-a-days influential shia in India and Pakistan use the horse during muharram to earn, as layman shia donate in cash, even gold and silver, which goes in the pockets of owners of the horses. The horse, which we see in the shia processions are normally injected drugs, so they walk gently and don't kick shia, walking nearby the horse.

LEO


-----------------------------------------------------------


They even spit in the glass if you ask them for water. My brother in law once told me that he used to go to shia teacher for tuition. Once he asked him for water, the teacher went to kitchen and put water in glass and spite in it unaware that he was been watched by other students.

Cursed rafidis!
UMAR BIN KHATAB


-----------------------------------------------------------


This video clip in urdu shows a cursed shia zakir ( story - teller ) who replies to the question, why shia spit and then distribute. Initially he says that there is no such thing and then he lies upon the prophet (saw) that this is the sunnah and shia are the one who are acting upon this sunnah. Those who object to this tradition, should raise objection upon the prophet (saw) and not upon shia. Shia would keep doing it.

(Astghfirullah).
LEO

-----------------------------------------------------------


Yes they do much worse, as Maulana Haq Nawaz stated in his Lecture, May Allaah(Swt) accept him Shaheed. Aameen. They go to the extent of even mixing discharge from unclean areas to mix in the food. 

Lahola Wala Quwata Illa Billa.
MUSAAFIRA

-----------------------------------------------------------


salam alaikum wr wb Muslims.

you know, I don't believe this. Maybe some shias but not the ones I know. they def. don't believe this and I'll find it very hard to believe that they spit in food of sunnis or pray to horses. That's crazy. Plus the shias I know- get along well with sunnis. One shia is even married to a sunni. I'm not saying that's a good or bad thing, what I trying to say is not all shias are like that and I highly doubt the majority are like that.
MUSLIM1


-----------------------------------------------------------


These rafidah are worse than the horse dung!

ABU'L 'EYSE


-----------------------------------------------------------


we can not declare them kafir because our four imams had not called them as a kafi,

you can say that their festivals are haram not they
ONLINE


-----------------------------------------------------------


In the name of Allah The most Merciful The most Powerful

We Sunnis wish all people well, and we ask Allaah to guide all those who are misled and to reward all those who obey Him. We hope that Allaah will guide those Raafidis… 
The differences between the Ahl al-Sunnah (Sunnis) and the Raafidis are very great and are fundamental. For example, the Raafidis say that the Qur’aan was altered, and they condemn most of the Sahaabah (may Allaah be pleased with them) and think that they went astray; they exaggerate about their imaams and worship them, and give them precedence over the Prophets and angels; they go on pilgrimages to mashhads (shrines) and graves, where they do all kinds of actions of shirk, associating others in worship with Allaah. They also believe in hypocrisy (as a tenet of faith) and call it taqiyah (dissimulation), and they believe in al-badaa’(the notion that Allaah “changes His mind”), al-raj’ah (the Return, i.e., the raising of the dead to life again for some time in the same form as they were before) and absolute infallibility of their imaams, and in prostrating on a handful of clay…
We advise you to read "Al-Khutoot al-‘Areedah" by Muhibb al-Deen al-Khateeb [this book is available in English – Translator], or Mukhtasar al-Tuhfat al-Ithna’ ‘Ashariyyah by al-Dahlawi, or Fikrat al-Taqreeb bayna Ahl al-Sunnah wa’l-Shee’ah by Naasir al-Qaffaari.
ONLINE

-----------------------------------------------------------


Shia belief of Imamate, is a rejection of Finality of Prophethood and its Kufr.

SALAFEES ORTHODOX MUSLIM


-----------------------------------------------------------
Read more HERE

Bekas TNI terseret kasus rampok dan bunuh di Malaysia

Setelah kejadian rampok dan bunuh yang dilakukan oleh warga negara Indonesia yang bekerja di sebuah perusahaan keamanan di Subang Jaya 23/​​10 lalu, satu penemuan mengejutkan telah ditemukan dari rekan pelaku.

Beberapa bukti menunjukkan bahwa rekan pelaku berseragam Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat yang kini bergerak di Malaysia sebagai pendatang asing tanpa izin dan magang sebagai anggota RELA.

Sebuah blog Melayu dikendalikan oleh seorang presenter TV, Mazidul Akmal Sidik telah mengungkapkan kekhawatiran masyarakat terkait hal ini.

Pemerintah Indonesia dan pihak militer dua negara harus bekerjasama untuk memberikan penjelasan terkait hal ini.

Ini bukan melibatkan soal pengintaian ketika pelaku kejahatan ini lebih bersifat rompak dan bunuh.

Mungkin juga, pelaku adalah preman yang di buru di Indonesia dan lari untuk melanjutkan aktivitasnya ke Malaysia. - TDM

"Kalau melihatkan maklumat dicetak di kad keahlian RELA milik warga Indonesia itu, dia sepatutnya berada di Cheras, Kuala Lumpur," ujar anggota RELA saya temui.


Arshanikum Endeyn, pemegang MyKad palsu ternyata secara mudah mengelirukan pihak berkuasa bernaung di bawah Kementerian Dalam Negeri terbabit tanpa dapat dikesan, klik di sini.

Mujur kes ini terbongkar kerana warga Kendari, Sulawesi Tenggara itu mungkin tidak menjangka, berikutan kes rompakan dan pembunuhan pegawai operasi AmBank, Norazita Abu Talib, identitinya sebagai kenalan facebook pembunuh, Loade Ardina Loade Rasila, saya dedahkan di blog ini.

Baca di sini.

Facebook Arshanikum saya dapati masih tidak ditutup biarpun tidak aktif.

"Untuk mendaftar menjadi ahli RELA, orang awam perlu membawa Mykad dan 2 keping gambar dan mengisi borang pendaftaran. Sebelum keahlian diluluskan, RELA terlebih dahulu akan memeriksa samada mereka mempunyai rekod jenayah atau tidak. Bagaimanankah caranya? Hubungi pihak polis dan kemudian berikan nombor Mykad. Polis akan memaklumkan samada bakal ahli itu bebas rekod jenayah atau sebaliknya berdasarkan nombor MyKad diberikan melalui talian telefon sahaja tanpa melihat wajah dicetak di atas dokumen itu. Dalam kes ini, polis memeriksa rekod jenayah Hamdan Hamid, penduduk Sabah, bukan rekod Arshanikum," jelas anggota pihak berkuasa.

Nampaknya setakat ini RELA Malaysia masih terus membisu mengenai kes ini biarpun telah saya hubungi 3 hari lalu, memohon penjelasan. Tidak salah berterus-terang dengan masyarakat kerana kehadiran pegawai dan anggota RELA dilihat sebahagian daripada komuniti setempat. 

Berbalik kepada tajuk entri ini, mengapakah pendatang tanpa izin, PATI warga Indonesia tergila-gila benar ingin menjadi anggota RELA? Pertama, mereka berpeluang mengetahui pelbagai maklumat sulit dikongsikan oleh pihak berkuasa. Contohnya, jika terbabit dalam operasi membanteras PATI senegara, pastinya maklumat seperti lokasi serbuan diketahui dan mudah dibocorkan. 

Kedua, memiliki kad RELA sekaligus menjadikan identiti PATI itu lebih sukar disangsikan oleh orang ramai atau pihak RELA sendiri. Masakan angoota RELA memeriksa dokumen sesama sendiri. 

Ketiga, jika PATI memandu kereta, vest RELA  diberikan secara percuma pasti digantungkan di tempat penyangkut baju tempat duduk belakang. Jika terpaksa menempuh sekatan jalanraya polis, tentunya pakaian boleh dilihat jelas itu akan memberikan lebih peluang kepada mereka untuk menyelamatkan diri tanpa diperiksa secara teliti oleh pihak berkuasa. Majoriti anggota RELA juga saya perhatikan amat gemar memakai vest sama sewaktu menunggang motosikal, tatkala pulang daripada menjalankan tugas. Andai PATI memakai vest terbabit, adakah pihak yang akan memeriksa dokumen diri mereka? Barangkali ada tetapi kejadian itu  jarang berlaku.

Keempat, PATI terbabit juga berpeluang mendapat bayaran elaun, RM6 sejam  berikutan kerja mereka laksanakan.

Film horor apartemen runtuh beri dampak buruk pada penduduk sekitar bekas TKP di Kuala Lumpur

Film Melayu berunsur horor Highland Tower yang sedang ditayangkan di bioskop diduga menimbulkan masalah kepada penduduk sekitarnya .

Penduduk sekitar apartemen itu , Datuk Siti Hendon Chik , mengatakan film tersebut yang menggunakan apartemen yang ditinggalkan itu sebagai lokasi syuting berdampak negatif kepada mereka .
Katanya , film itu menggambarkan seolah - olah kawasan tersebut benar - benar berhantu .

Gambaran karut .

" Itu semua omong kosong , kami yang tinggal di sini sejak 1982 hingga sekarang masih belum mengalami kejadian aneh seperti digambarkan dalam film itu .

" Sebaliknya , kehadiran orang yang mencoba memasuki kawasan ini juga mengganggu ketenteraman penduduk di sini , " katanya yang tinggal sekitar 20 meter dari apartemen tersebut .

Beberapa blok apartemen itu dikosongkan setelah satu bloknya tumbang pada 1993 .

Satpam daerah itu , R Uguneswaran , 25 , berkata banyak orang mencoba menginvasi wilayah itu sejak 31 Oktober lalu .

Dia yang bertugas mengontrol jalan masuk Taman Hillview dan Taman Sri Ukay , mengaku diancam dipukul karena tidak mengizinkan pengunjung masuk .


" Malam kemarin ( Selasa ) , hampir 100 remaja bermotor mencoba memasuki dan ketika diblokir mereka memaki kami , " imbuhnya .


Filem Seram "Highland Tower" Timbulkan Masalah Pada Penduduk Setempat...



Sumber : KULAAN NIRING