Friday, 15 November 2013

Dua pria ditangkap, syabu senilai Rp 14 milyar diamankan di Kuala Lumpur


KUALA LUMPUR 15 Nov . - Polisi berhasil menyita narkoba jenis syabu bernilai RM4 juta dengan tertangkapnya dua pria termasuk seorang pengusaha Pakistan di sebuah apartemen mewah di Sri Petaling , Kuala Lumpur , Khamis 14/11 .

Modus operandi terbaru itu yang menyembunyikan narkoba di belakang 47 lembar jahitan kain bermanik berhasil terdeteksi hasil informasi dan intelijen sepasukan anggota dari Divisi Investigasi Kejahatan Narkotika , Markas Polisi Daerah ( IPD ) Brickfields .

Wakil Kepala Polisi Kuala Lumpur , Datuk Amar Singh Ishar Singh mengatakan , penyitaan itu dilakukan dalam dua penggrebekan terpisah yaitu di kondominium terlibat dan di parkir di sebuah hotel di Sri Petaling pada 9 November lalu .

" Dalam razia di apartemen milik warga Pakistan berusia 43 tahun itu , polisi menyita 47 lembar jahitan kain bermanik dengan narkoba seberat 24,9 kilogram narkoba jenis syabu senilai RM3.7 juta .

" Sementara di tempat parkir pula , polisi menahan seorang pria lokal berusia 26 tahun dan menyita 2 kilogram narkoba yang sama senilai RM300 , 000 , " katanya pada  pers di Markas Polisi Kontingen Jakarta ( IPKKL ) hari ini .

Dia mengatakan , pihaknya tidak menutup kemungkinan kedua kasus adalah terkait . - UTUSAN ONLINE

Dua lelaki ditangkap, syabu bernilai RM4 juta dirampas


KUALA LUMPUR 15 Nov. - Polis berjaya merampas dadah jenis syabu bernilai RM4 juta dengan tertangkapnya dua lelaki termasuk seorang ahli perniagaan Pakistan di sebuah kondominium mewah di Sri Petaling, di sini kelmarin.

Modus operandi terbaharu itu yang menyembunyikan dadah di belakang 47 helai jahitan kain bermanik berjaya dikesan hasil maklumat dan risikan sepasukan anggota dari Bahagian Siasatan Jenayah Narkotik, Ibu Pejabat Polis Daerah (IPD) Brickfields.

Timbalan Ketua Polis Kuala Lumpur, Datuk Amar Singh Ishar Singh berkata, rampasan itu telah dijalankan dalam dua serbuan berasingan iaitu di kondominium terbabit dan di tempat letak kereta di sebuah hotel di Sri Petaling pada 9 November lalu.

"Dalam serbuan di kondominium milik warga Pakistan berusia 43 tahun itu, polis merampas 47 helai jahitan kain bermanik dengan dadah seberat 24.9 kilogram dadah jenis Syabu bernilai RM3.7 juta.
"Sementara serbuan di tempat letak kereta pula, polis menahan seorang lelaki tempatan berusia 26 tahun dan merampas 2 kilogram dadah yang sama bernilai RM300,000," katanya pada sidang akhbar di Ibu Pejabat Polis Kontinjen Kuala Lumpur (IPKKL) hari ini.

Beliau berkata, pihaknya tidak menolak kemungkinan kedua-dua kes adalah berkaitan. - UTUSAN ONLINE



Artikel Penuh: Utusan Online 
© Utusan Melayu (M) Bhd 

Malaysia import 1000 MW elektrik dari Riau, eksport 200 MW ke Kalimantan

Jakarta - Indonesia mengakui membeli elektrik dari Malaysia untuk bekalan di kawasan sempadan di Kalimantan. Elektrik yang dibeli Indonesia berasal dari loji kuasa tenaga air ( kuasa hidro ) di Malaysia . Apa kah alasannya?

Ketua Pengarah Elektrik Kementerian Sumber Asli Indonesia,  Jarman mengatakan, pembelian elektrik sehingga 200 megawatt (MW) dilakukan kerana di kawasan sempadan Kalimantan, Indonesia menggunakan loji kuasa diesel yang merugikan .

" Macam ni, di Kalimantan sana janakuasanya kebanyakan diesel, kalau  dibina yang arang batu, perlu waktu ,  tak kurang 4 tahun. Kalau kita beli tenaga dari Malaysia yang pakai teknologi hidroelektrik itu lebih cepat. Sementara itu kita pakai juga dulu untuk penjanaan diesel , " ucap Jarman kepada detikFinance di JCC , Senayan, Khamis ( 15/11/2013 ) .

Ketika ini PLN (Syarikat Elektrik Negara) sedang mempersiapkan talian penghantaran yang  menyambungkan bekalan elektrik antara sempadan Malaysia dan Indonesia di Kalimantan. Secara kira-kira perniagaan , membeli elektrik di Malaysia jauh lebih murah. Meski demikian , PLN tetap membina loji kuasa arang batu untukmemastikan cukupnya bekalan tenaga di sempadan.

" Dieselnya pun diimport juga. Itu jauh lebih mahal. Kalau pakai diesel harga jatuh jadi jatuh 94 sen per Kwh .  Tapi kalau kita import pakai elektrik Malaysia harganya cuma 26 sen per kwh . Maknanya, walaupun kedua-duanya import,  situasinya lebih murah, " jelasnya.

Tetapi berbeza dengan di Riau , Sumatera. Indonesia  merancang menjual elektrik hingga 1,000 MW ke Malaysia. " Kita ada arang batu yang cukup banyak. Kita buat janakuasa . Kita tahu Malaysia pakai gas dan mahal. Kalau Malaysia import elektrik dari kita pakai arang batu, dia boleh menurunkan kos. Sama macam di Kalimantan cuma terbalik ," terangnya.

Jarman menegaskan, pada ketika itu kelak, walaupun mengimport elektrik,  Indonesia jauh lebih banyak mengeksport elektrik ke Malaysia.

" Kalau di Kalimantan kita beli 200 MW . Tak besar . Sebahagian beli , sebahagian pakai dalam negeri dengan arang batu. Malaysia di Sumatera mereka perlu 1,000 MW. Jadi kita eksport. Kalau kita lihat eksport importnya , kita import 200 MW tapi kita eksport 1,000 MW . Lebih banyak eksport, "tegasnya. - DetikFinance


RI Impor Listrik dari Malaysia, Ini Penjelasan Pemerintah

Feby Dwi Sutianto - detikfinance
Jumat, 15/11/2013 08:46 WIB


Jakarta -Indonesia melakukan pembelian listrik dari Malaysia untuk pasokan ke perbatasan di Kalimantan. Listrik yang dibeli Indonesia berasal dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Malaysia. Apa alasan impor ini?


Dirjen Listrik Kementerian ESDM Jarman mengatakan, pembelian listrik hingga 200 megawatt (MW) dilakukan karena di wilayah perbatasan Kalimantan, Indonesia menggunakan pembangkit listrik berbahan bakar solar yang boros.


"Jadi begini kalau di Kalimantan clear di sana pembangkitnya kebanyakan PLTD (berbahan bakar solar), kalau bangun PLTU perlu waktu, paling nggak 4 tahun. Kalau kita beli energi dari Malaysia yang pakai teknologi PLTA itu lebih cepat. Nah sementara itu kita mengganti dulu untuk pembangkit diesel," ucap Jarman kepada detikFinance di JCC, Senayan, Kamis (15/11/2013).


Saat ini PLN sedang mempersiapkan transmisi yang bisa menghubungkan listrik antara perbatasan Malaysia dan Indonesia di Kalimantan. Secara hitungan bisnis, membeli listrik di Malaysia jauh lebih murah. Meski demikian ,PLN tetap membangun pembangkit listrik batubara (PLTU) untuk menjaga ketahanan energi di perbatasan.


"Toh dieselnya solarnya impor juga. Solar itu jauh jauh lebih mahal. Kalau pakai solar jatuhnya Rp 3.300 per Kwh. Nah kita impor pakai listrik Malaysia biayanya cuma Rp 900 per kwh. Artinya dua-duanya impor tapi lebih murah," jelasnya.


Namun kondisi berbeda ditemui di Riau, Sumatera. Indonesia justru berencana menjual listrik hingga 1.000 MW ke Malaysia. "Kita punya batubara yang cukup banyak. Kita bikin pembangkit. Kita tahu Malaysia pakai gas. Dia mahal. Kalau dia impor listrik dari kita pakai batubara dia bisa menurunkan cost. Sama kayak sisi Kalimantan cuma terbalik," terangnya.


Sehingga Jarman menegaskan, meski mengimpor listrik, justru Indonesia jauh lebih banyak mengekspor listrik ke Malaysia.


"Kalau di Kalimantan 200 MW kita beli. Nggak besar. Sebagian beli, sebagian pakai dalam negeri dengan batubara. Dengan Malaysia di Sumatera mereka perlu 1.000 MW. Jadi kita ekspor. Kalau kita lihat ekspor impornya, kita impor 200 MW tapi kita ekspor 1.000 MW. Lebih banyak ekspor," tegasnya.

Isu kuil Preah Vihear: Yingluck tolak keputusan ICJ

Isu kuil Preah Vihear: Yingluck tolak keputusan ICJ

Bangkok: Perdana Menteri Thailand, Yingluck Shinawatra menegaskan di Parlimen kelmarin beliau tidak pernah menerima keputusan Mahkamah Keadilan Antarabangsa (ICJ) yang menganugerahkan keseluruhan kawasan kuil Preah Vihear kepada Kemboja. 

Yingluck berkata, beliau menekankan keperluan mengekalkan keamanan dan persefahaman hubungan antarabangsa, tidak kira apa juga keputusan yang dicapai. 


“Saya tidak pernah mengatakan saya akan menerima keputusan mahkamah. Apa yang saya katakan ialah saya akan mengekalkan hubungan dua hala dan akan memelihara kedaulatan negara. 


Setiap perkataan adalah sensitif dan penting apabila ia berkaitan dengan diplomasi antarabangsa,” katanya. 

Beliau juga memberi jaminan untuk mendapatkan kelulusan parlimen untuk sebarang rundingan yang berlaku mengikut Seksyen 190 piagam itu. 

Perdana Menteri membuat kenyataan sebagai reaksi persoalan pemimpin pembangkang, Abhisit Vejjajiva. - BERITA HARIAN


________________________________________________

Bangkok: Perdana Menteri Thailand, Yingluck Shinawatra menegaskan di parlemen kemarin ia tidak pernah menerima keputusan Mahkamah Internasional (ICJ) yang menganugerahkan keseluruhan area kuil Preah Vihear kepada Kamboja.

Yingluck mengatakan, ia menekankan perlunya menjaga keamanan dan pemahaman hubungan internasional, tidak peduli apa juga hasil yang dicapai.

"Saya tidak pernah mengatakan saya akan menerima keputusan pengadilan. Apa yang saya katakan adalah saya akan mempertahankan hubungan bilateral dan akan memelihara kedaulatan negara.

Setiap kata adalah sensitif dan penting ketika terkait dengan diplomasi internasional, "katanya.

Dia juga memberi jaminan untuk mendapatkan persetujuan parlemen untuk setiap negosiasi yang terjadi sesuai Pasal 190 piagam itu.

Perdana Menteri membuat pernyataan sebagai reaksi persoalan pemimpin oposisi, Abhisit Vejjajiva.